Oleh : Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum.
(Dosen FKIP UNDANA – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Membaca judul buku ‘Jejak Pengabdian di Pelosok Nusantara’ ini, saya teringat pengalaman mengasesmen Program Calistung (Baca-Tulis-Hitung) sebagai indikator ‘Tidak Buta Aksara’ di Distrik Tiom Kabupaten Jaya Wijaya Provinsi Papua pada tahun 2011. Sebagai pendidik pada jenjang Pendidikan Tinggi (Dosen), dan pernah pula sebagai guru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pilu rasanya menapaki dunia pendidikan yang penuh dengan nestapa di negeri kaya tambang yang disemangati oleh mimpi anak-anaknya yang samar-samar. Ketika itu, saya membayangkan masa sekolah saya di tahun 1970-an di Adonara, Flores Timur. Masa kecil saya di tahun 1970-an, ternyata masih lebih baik daripada masa kecil anak-anakku di Tiom pada tahun 2011, pada saat Indonesia sedang bercita-cita menjadi sepuluh besar kekuatan ekonomi dunia. Tidak ada yang salah dengan kondisi ini, karena soal kemajuan ada yang cepat dan lambat, bahkan ada yang terasa seperti tidak bergerak maju.
