Kamis, 27 Juli 2023

Asosiasi FK3S SD se-Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata Gelar Rakerdik Dengan Tema "Peran Teknologi Dalam Kurikulum Merdeka"

Jumad, 28 Juli 2023 ATADEI, LEMBATA - Asosiasi Forum Kepala Sekolah SD (FK3S) se-Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengadakan acara penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut Rabu, 26 sampai Kamis, 27 Juli 2023. Rapat Kerja Pendidikan (Rakerdik) dengan tema "Peran Teknologi Dalam Kurikulum Merdeka" sukses dilaksanakan di Desa Ile Kerbau, yang dikenal juga sebagai Kampung Bakan. Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Bapak Wenseslaus Ose, S. Sos, M.AP.

Acara Rakerdik yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh semua guru SD se-Kecamatan Atadei, termasuk para kepala sekolah dari berbagai lembaga pendidikan. Sejak pembukaannya pada hari Rabu pagi, suasana kegiatan terasa penuh semangat dan antusiasme dalam mengeksplorasi potensi teknologi dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

                                  Peserta Kegiatan Sedang Menyimak Materi Dengan Antusias

Pada hari pertama Rabu 26 Juli 2023, acara Rakerdik diawali dengan pembukaan resmi oleh Bapak Wenseslaus Ose. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran teknologi dalam merancang Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pemberdayaan peserta didik. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi penggunaan teknologi yang lebih efektif dalam proses pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan..

Setelah acara pembukaan, materi pertama disampaikan oleh Ibu Wulan Cahyaristy, S.Pd, yang membahas tentang penggunaan Google Form dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penuh antusias, para peserta Rakerdik memahami bagaimana teknologi ini dapat membantu dalam proses pengumpulan data dan penilaian kinerja siswa secara efisien.

Tak berhenti di situ, Bapak P. Beliko menghadirkan Materi Penguatan Profil Pancasila (PMM). Materi ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara bagi para siswa, sehingga generasi muda lebih mengenal dan mencintai budaya dan identitas bangsa.

Hari kedua Rakerdik juga tak kalah menarik. Bapak Frederick Kopong Tupen, S.Fil, menyajikan materi tentang penggunaan platform desain grafis Canva dalam pembelajaran. Dengan menggunakan Canva, guru dan siswa dapat lebih kreatif dan interaktif dalam menyajikan materi pembelajaran. Selanjutnya kegiatan Sosialisasi Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang dibawakan oleh Bapak Feldin Rano Kelen, S. Pd, menjadi penutup yang memukau. Dalam sesi ini, para guru diajak untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi sebagai sarana untuk saling berkolaborasi dan meningkatkan kompetensi profesional dalam dunia pendidikan.

Rakerdik ini diakhiri dengan acara penutup yang dipimpin oleh Ketua FK3S SD se-Kecamatan Atadei, Bapak Silvinus Letu, S.PD.SD. Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber atas kontribusi dan semangat dalam acara ini. Kehadiran Kepala Desa Ile Kerbau, Bapak Petrus Konsulatus Lewan, juga memberikan dukungan yang berarti bagi kesuksesan kegiatan.

Dengan berakhirnya Rakerdik, diharapkan kolaborasi antara teknologi dan pendidikan di Kecamatan Atadei semakin kuat. Implementasi Kurikulum Merdeka yang didukung oleh teknologi diharapkan akan membawa dampak positif bagi perkembangan potensi siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Penulis :  Ambros Adonth

Editor : Petrus Pito

Kamis, 13 Juli 2023

SMPN 2 Nubatukan Mengakhiri Kegiatan MPLS Dengan Budaya Positif

Nubatukan, 13 Juli 2023 - SMPN 2 Nubatukan pada kesempatan siang tadi melaksanakan penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2023-2024 dengan memperkenalkan Budaya Positif kepada para siswa baru. Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan penuh rasa hormat, sekolah ini melaksanakan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh siswa dan staf pengajar.

                                                      Penyampaian Materi Oleh Nara Sumber

Acara penutupan MPLS diawali dengan sesi senam bersama di halaman sekolah. Seluruh siswa dan guru-guru bergabung dalam senam dengan gerakan yang energik dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan semangat dan kebugaran siswa serta memperkuat rasa persatuan di antara mereka.

Selanjutnya, diadakan kegiatan "Dolo gampang Hala" bersama, di mana siswa baru dan siswa kelas delapan dan sembilan berinteraksi dalam suasana yang santai. Siswa kelas delapan dengan sembilan dengan antusias memandu siswa baru dalam menjelajahi lingkungan sekolah, memberikan mereka panduan dan informasi tentang berbagai aspek kehidupan di SMPN 2 Nubatukan.

Di samping itu pula Ibu I Gusti Ayu Susiantini, S.Pd., Gr  dalam kesempatan memaparan materi yang berkaitan dengan budaya positip. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa dengan mengimplementasikan budaya positif di lingkungan pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan suasana belajar yang harmonis. Sekolah ini telah memperkenalkan berbagai kebijakan dan program baru yang mendorong sikap positif, kolaborasi, dan kemajuan siswa.

Salah satu inisiatif utama yang diadopsi oleh SMPN 2 Nubatukan adalah "Program Semangat Pagi." Setiap hari sebelum pelajaran dimulai, siswa dan staf guru berkumpul di aula sekolah untuk sesi semangat pagi. Sesi ini dimulai dengan kata-kata motivasi dari kepala sekolah atau guru terpilih, diikuti dengan kegiatan menyanyi bersama dan melakukan gerakan-gerakan energik. Tujuan dari Program Semangat Pagi ini adalah untuk menciptakan suasana yang positif dan memotivasi siswa sebelum memulai aktivitas belajar mereka. 

Selain itu, SMPN 2 Nubatukan juga telah menerapkan "Proyek Toleransi dan Keanekaragaman." Melalui proyek ini, siswa diajak untuk mengenal dan menghargai perbedaan budaya, agama, dan latar belakang mereka sendiri serta teman-teman sekelasnya. Sekolah ini mengadakan kegiatan seperti presentasi budaya, kunjungan ke tempat ibadah, dan dialog antar budaya yang melibatkan siswa, guru, dan orangtua. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghormati keberagaman, serta mengajarkan kepada siswa tentang nilai-nilai persaudaraan dan saling menghargai.

Selain program-program tersebut, SMPN 2 Nubatukan juga memperkuat kerjasama antara siswa, guru, dan orangtua. Mereka mengadakan pertemuan rutin antara orangtua dan guru untuk mendiskusikan perkembangan akademik dan kepribadian siswa. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang konsisten dalam membangun kesadaran positif dan mencapai kemajuan yang lebih baik dalam pendidikan.

Kepala SMPN 2 Nubatukan, Ibu Elisabeth Ibu Aba, S. Ag, mengatakan, "Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan inklusif bagi siswa kami. Kami percaya bahwa melalui budaya positif, kita dapat mendorong pertumbuhan pribadi, meningkatkan motivasi belajar, dan menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan."

Reaksi dari siswa, guru, dan orangtua terhadap implementasi Program Budaya Positif di SMPN 2 Nubatukan sangat positif. Siswa melaporkan bahwa mereka merasa lebih termotivasi dan senang datang ke sekolah setiap hari. Guru juga mengamati peningkatan kualitas hubungan antara siswa dan juga perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka. Orangtua merasa senang karena sekolah turut berperan aktif dalam pembentukan karakter anak-anak mereka.

Dengan implementasi budaya positif yang diterapkan di SMPN 2 Nubatukan, diharapkan sekolah ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya di wilayah ini dan mendorong pengembangan lingkungan belajar yang lebih baik di masa depan. Salah satu momen penting dalam acara penutupan MPLS adalah pencabutan atribut MPLS dan pengenaan atribut seragam sekolah sebagai tanda sah calon siswa baru diterima menjadi warga sekolah. Ini menandakan bahwa para siswa baru secara resmi menjadi bagian dari komunitas SMPN 2 Nubatukan. Para siswa mengenakan seragam sekolah dengan bangga, menggambarkan rasa identitas dan kebersamaan yang kuat.

Selanjutnya, dilakukan perkenalan para pendidik dan tenaga kependidikan kepada para siswa baru. Setiap guru dan staf diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri mereka, menyampaikan minat dan keahlian mereka, serta memberikan nasihat tentang pendidikan dan perkembangan pribadi.

Kepala Sekolah SMPN 2 Nubatukan, Ibu Elis mengungkapkan kegembiraannya atas kesuksesan acara kegiatan MPLS sampai dengan acara penutupan ini. Dalam kesempatan terakhirnya, ia mengharapkan bahwa melalui Budaya Positif yang diperkenalkan saat penutupan MPLS ini, siswa baru dapat merasa diterima, terinspirasi, dan termotivasi untuk meraih prestasi akademik dan non-akademik. Sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka (siswa) secara positif.

Dengan kegiatan-kegiatan MPLS yang dipenuhi dengan Budaya Positif ini, SMPN 2 Nubatukan menunjukkan komitmennya untuk menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan, inklusif, dan memperkuat nilai-nilai positif. Semoga dengan langkah ini, siswa baru dapat menemukan diri mereka merasa dihargai, termotivasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan di SMPN 2 Nubatukan. 

Acara penutupan MPLS ini diakhiri dengan saling bersalaman sebagai wujud saling menghargai. Kegiatan ini langsung dipandu oleh Bapak Ambrosius Wolo, S.Pd., Gr. Hal ini menggarisbawahi pentingnya sikap saling menghargai dan menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan ramah.

Penulis: Ambros Adonth  

Editor: Jack Purek

Selasa, 11 Juli 2023

Pelatihan Guru dan Siswa SMPN 2 Nubatukan Fokus Tangani Kekerasan Seksual


                                         
Kegiatan MPLS 2023 SMP Negeri 2 Nubatukan


Nubatukan, 12 Juli 2023 - Hari ini, SMPN 2 Nubatukan mengadakan pelatihan khusus bagi para guru dan siswa sebagai langkah konkret dalam menangani dan mencegah kasus kekerasan seksual yang semakin meningkat di kalangan remaja dengan menghadirkan Tim dari Puskesmas Pada yaitu Ibu Akbar Onya. Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan tentang kekerasan seksual serta memberikan strategi efektif untuk mencegah dan melindungi diri dari tindakan tersebut.

Kekerasan seksual merupakan isu yang sangat serius dan memprihatinkan yang mempengaruhi banyak anak dan remaja di seluruh dunia, termasuk Nubatukan. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kekerasan seksual di kalangan remaja di Nubatukan mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, SMPN 2 Nubatukan berinisiatif untuk melibatkan guru dan siswa dalam pelatihan yang komprehensif dan berfokus pada pencegahan kekerasan seksual.

Pelatihan ini dihadiri oleh seluruh staf pengajar SMPN 2 Nubatukan dan melibatkan seluruh siswa kelas VII, VIII dan IX. Para peserta pelatihan diberikan pemahaman mendalam tentang jenis-jenis kekerasan seksual, faktor risiko yang dapat menyebabkannya, serta dampak jangka panjang bagi para korban. Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana mengenali tanda-tanda awal kekerasan seksual dan langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi atau menyaksikan kejadian tersebut pinta Ibu Akbar Onya.

Dalam pelatihan ini, para peserta juga diberikan pengetahuan tentang hukum terkait kekerasan seksual, hak asasi manusia, dan pentingnya melaporkan tindakan kekerasan secara tepat kepada pihak berwenang. Disampaikan juga informasi mengenai sumber daya yang tersedia bagi para korban kekerasan seksual, seperti pusat krisis, lembaga konseling, dan layanan pendukung lainnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Nubatukan, Ibu Elisabeth Ibu Aba, S.Ag,  menyampaikan, "Kami sangat prihatin dengan meningkatnya kasus kekerasan seksual di kalangan remaja. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap guru dan siswa dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat, membantu melindungi dan mendukung korban, serta mencegah tindakan kekerasan seksual yang merusak masa depan generasi muda kita."

Pelatihan ini disam
but baik oleh guru dan siswa, yang menyadari pentingnya mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kekerasan seksual dan bagaimana mencegahnya. Mereka berharap bahwa pelatihan ini akan memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi kasus kekerasan seksual di kalangan remaja di Nubatukan.

Sedangkan ketua panitia MPLS Tahun pelajaran 2023/2024 Bapak Ambrosius Wolo, S.Pd., Gr., menyampikan bahwa dengan upaya bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan kasus kekerasan seksual dapat ditekan dan generasi muda Nubatukan khususnya siswa SMPN 2 Nubatukan pada khususnya dapat hidup dalam lingkungan yang aman dan bebas dari tindakan kekerasan seksual.

Penulis: Ambros Adonth

Editor: Jack Purek

Rabu, 03 Mei 2023

KADIS PENDIDIKAN LEMBATA AJAK KOLABORASI; “KARENA SASARAN KITA ADALAH GURU”



Lembata, 4 Mei 2023. Hal tersebut disampaikan dalam momentum penutupan Kegiatan Hardiknas Tahun 2023 yang dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 03 Mei 2023 bertempat di Pelataran Lopo Hotel Anisa Lewoleba oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata.

"IGI harus mampu berkolaborasi dengan beberapa Organisasi Profesi Guru dan Komunitas Guru di Lembata" pinta Anselmus Asan Ola, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata.

"IGI secara struktural berada di luar struktur dinas, maka teruslah berkolaborasi dengan beberapa komunitas dalam struktural dinas yakni MKKS, FK3S, dan PKG" sambung Ansel yang juga merupakan Mantan Kaban Kesbangpol Lembata.

Dalam meriahrayakan Hardiknas 2 Mei 2023 Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata berhasil menggelar Tarian Dolo Massal dengan iringan lagu Gampang Hala, yang diikuti oleh 2000an siswa yang merupakan utusan dari masing-masing sekolah tingkat SD dan SMP Sekabupaten Lembata.

"Tarian Dolo ini sesungguhnya untuk kepentingan pendidikan anak. Dolo-dolo itu untuk menyeragamkan langkah anak. Bahwa kita mengambil dolo-dolo itu untuk kepentingan edukasi bukan pengembangan budaya. Dolo-dolo itu sangat membantu penguatan karakter anak untuk persatuan dan kesatuan" tegas Asan Ola Kadis Pendidikan Lembata (Feldin Kelen – Ketua Daerah IGI Lembata).

Kegiatan Penutupan Memperingati Hardiknas 2023 oleh IGI Lembata.