Pelaksanaan Gladi Bersih ANBK Tahun 2022
Yustinus Mado menjelaskan ANBK
adalah program penilaian terhadap mutu setiap Sekolah, Madrasah, dan program kesetaraan
pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan
hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta
kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung
pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama,
yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan
Belajar.
Ia menjelaskan lagi, gladi bersih
ANBK kali ini, setiap siswa disuguhkan soal literasi dan numerasi yang harus
diselesaikan dengan waktu yang sudah ditentukan yang sudah sesuai dalam
petunjuk pelaksanaan.
“Hasil pelaksanaan ANBK tidak untuk
menjadi hasil bagi siswa secara pribadi atau menjadi dasar kelulusan maupun
naik kelas, melainkan akan menjadi hasil raport pendidikan sekolah atau raport
mutu sekolah secara keseluruhan. Dengan hasil tersebut dapat dijadikan data
untuk mengukur kualitas pengajaran, capaian pembelajaran peserta ddidik,
kulaitas proses belajar peserta didik, sekaligus untuk refleksi dan menyusun perencanaan program-program
untuk meningkatkan mutu pendidikan ke depannya”, terang Yustinus
Mado.
Ia mengungkapkan gladi bersih ANBK
pada SMP Negeri 4 Nubatukan berjalan dengan baik dan lancar sejak hari pertama
sampai hari kedua yang kegiatannya terbagi menjadi tiga sesi. Hal ini tidak
terlepas dari kekompakan tim pelaksanaan ANBK tingkat sekolah induk dengan
sekolah yang meniumpang serta bantuan sarana prasarana yang menunjang
pelaksanaan ANBK.
“Seperti 1 unit computer untuk
proktor, 1 unit router, serta 20 unit computer klien untuk siswa yang merupakan
bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun Anggaran
2019 Melalui Dana APBN untuk SMP Negeri 4 Nubatukan”, tutur Yustinus Mado.
Lanjutnya, gladi bersih ANBK adalah
uji coba pra pelaksanaan ANBK di sekolah, baik bagi sekolah pelaksana dengan
status mandiri maupun dengan status menumpang. Kegiatan ini digelar untuk
memastikan risiko kendala atau kekurangan dalam pelaksanaan ANBK agar dapat
diidentifikasi dan diperbaiki.
“Sebenarnya tahun sebelumnya sekolah
kami juga melakukan asesmen secara mandiri. Namun, karena SMP Negeri 3 Ile Ape
Timur Satap Hamahena pada tahun kemarin menjadi sasaran bencana seroja dan
secara psikologi siswa maupun gurunya masih terganggu. Tentunya kegiatan ini,
di mana sekolah kami yang statusnya menumpang, saya secara pribadi sekaligus
mewakili lembaga dari SMP Negeri 3 Ile Ape Timur Satap Hamahena mengucapkan
terimakasih untuk Lembaga SMP Negeri 4 Nubatukan khususnya Kepala Sekolah, Ibu Since
yang sudah memberikan kami untuk menumpang dalam kegiatan geladi bersih ini, dengan
harapan dari sisi pelayanan dan pelaksanaan untuk sarana dan prasarana harus tetap dipertahankan”, ujarnya.
“Dengan demikian pelaksanaan gladi
bersih ini dapat melengkapi persiapan untuk pelaksanaan ANBK yang dilaksanakan
pada minggu ketiga bulan September,” kata Yustinus Mado. (@pitoatu_27)
.jpeg)