Kamis, 17 September 2020

MENULIS ITU SUSAH?

 

Ilustrasi Menulis (sumber ; Google)



Kata guruku,

"Ndak sulit, Mas. Menulis itu tidak sulit jika belum dimulai".

"Terus apa yang harus saya tulis? Belum ada ide yang bisa saya tuangkan ke dalam tulisan".

Guruku menjawab,

"Belum ada ide untuk menulis?, mulailah untuk menulis apapun yang bisa Anda tulis. Meskipun Anda tidak tahu harus menulis apa, maka tulislah apa yang Anda tidak tahu itu". 

 

Adalah sepenggal kalimat motivasi yang diberikan oleh nara sumber Mas Eko Prasetyo, Pemimpin Redaksi Media Guru Indonesia (MGI) yang juga mantan Editor Jawa Pos. Hal ini disampaikan dalam kegiatan KELAS MENULIS ONLINE Angkatan Satu via Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Media Guru Indonesia dalam Program SAGUSABU I (SAtu GUru SAtu BUku), sekaligus pendampingan terhadap semua anggota yang berjumlah kurang lebih 175 orang yang dilaksanakan pada tanggal 14-18 Mei 2020 dan Sesi Pendampingan (Group WA) Selama Satu Bulan. Saya sendiri bergabung dalam kelas ini, tentu menjadi suatu kebanggaan di mana saya bisa bertemu dan bergabung bersama Guru-guru Penulis Hebat se-Indonesia.

***

Tidak semua orang terlahir sebagai penulis. Sama halnya tidak semua orang berbakat menjadi olahragawan, penyanyi atau astronot dan lain-lain. Hanya pada akhirnya kita dituntut untuk mampu menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Menulis adalah kegiatan menuangkan pemikiran dalam bentuk tulisan melalui kata-kata dalam untaian kalimat yang dapat dipahami oleh orang lain. Karena menyampaikan suatu ide, pemikiran, atau menceritakan kepada orang lain, maka menulis tidak bisa terlepas dari paradigma yang dianutnya. Paradigma adalah cara pandang seseorang dalam melihat realitas.

Bagi sebagian orang, menulis bukan hanya menuangkan tinta di atas kertas. Bukan juga tentang sekadar merangkai kata hingga indah dan membuat pembaca terpesona. Bagi sebagian orang, menulis sudah menjadi rutinitas yang membuatnya makin bersemangat dan ketagihan untuk melakukannya. Menuangkan isi hati hingga menjadikannya sebuah profesi. Tak sekadar melakukan sebagai pelampiasan ambisi, tapi juga sebagai pengobat luka hati.

Banyak yang mengatakan bahwa menulis itu susah. Saya termasuk salah satu yang pernah mengatakan itu. Bukan hanya saya, di luar sana, tak sedikit orang yang takut bahkan gagap jika berhadapan dengan kewajiban menulis. Kegiatan menulis memang tak banyak disukai orang. Sejauh ini, sebelum orang-orang mulai begitu gandrung dengan menulis, aktivitas menulis kerap dianggap aktivitas yang membingungkan, menjenuhkan, bahkan menakutkan.

Bagi penulis pemula, beranggapan menulis itu susah. Mungkin juga disebabkan karena terlalu terpaku kepada aturan-aturan dalam menulis. Banyak yang terjebak untuk harus memenuhi semua kaidah-kaidah penulisan. Baik itu aturan ejaan, tanda bacanya, atau aturan-aturan lain yang membuat bingung saat akan mulai membuat sebuah tulisan. Di mana penulis pemula seperti saya, belum paham betul tentang kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Akibatnya itu menjadi beban ketika akan membuat suatu karya tulis. Apalagi ditambah harus memikirkan ide topik tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, lalu menumbuhkan sebuah gagasan dan menuangkannya ke dalam kalimat-kalimat yang harus terangkai padu menjadi satu karya tulis.

Mudah-mudahan susahnya menulis tidak akan menjadi halangan atau penghambat bagi kita yang sedang belajar menulis. Tetapi justru semakin memacu kita untuk lebih bersemangat melahirkan tulisan demi tulisan yang bermanfaat. Sesungguhnya yang membuat semuanya mudah adalah adanya kemauan dan semangat untuk mengajari diri dengan kegiatan menulis dan perasaan ingin berbagi. Selamat mencoba. (pitoatu27)

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar