Kata guruku,
"Ndak sulit, Mas.
Menulis itu tidak sulit jika belum dimulai".
"Terus
apa yang harus saya tulis? Belum ada ide yang bisa saya tuangkan ke dalam
tulisan".
Guruku menjawab,
"Belum ada ide untuk
menulis?, mulailah untuk menulis apapun yang bisa Anda tulis. Meskipun Anda
tidak tahu harus menulis apa, maka tulislah apa yang Anda tidak tahu
itu".
Adalah sepenggal kalimat motivasi
yang diberikan oleh nara sumber Mas Eko Prasetyo, Pemimpin Redaksi Media Guru
Indonesia (MGI) yang juga mantan Editor Jawa Pos. Hal ini disampaikan dalam
kegiatan KELAS MENULIS ONLINE Angkatan Satu via Zoom Meeting yang
diselenggarakan oleh Media Guru Indonesia dalam Program SAGUSABU I (SAtu GUru SAtu
BUku), sekaligus pendampingan terhadap semua anggota yang berjumlah kurang
lebih 175 orang yang dilaksanakan pada tanggal 14-18 Mei 2020 dan Sesi Pendampingan
(Group WA) Selama Satu Bulan. Saya sendiri bergabung dalam kelas ini, tentu
menjadi suatu kebanggaan di mana saya bisa bertemu dan bergabung bersama
Guru-guru Penulis Hebat se-Indonesia.
***
Tidak semua
orang terlahir sebagai penulis. Sama halnya tidak semua orang berbakat menjadi olahragawan,
penyanyi atau astronot dan lain-lain. Hanya pada akhirnya kita dituntut untuk mampu
menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Menulis adalah kegiatan menuangkan
pemikiran dalam bentuk tulisan melalui kata-kata dalam untaian kalimat yang
dapat dipahami oleh orang lain. Karena menyampaikan suatu ide, pemikiran, atau
menceritakan kepada orang lain, maka menulis tidak bisa terlepas dari paradigma
yang dianutnya. Paradigma adalah cara pandang seseorang dalam melihat realitas.
Bagi sebagian
orang, menulis bukan hanya menuangkan tinta di atas kertas. Bukan juga tentang
sekadar merangkai kata hingga indah dan membuat pembaca terpesona. Bagi
sebagian orang, menulis sudah menjadi rutinitas yang membuatnya makin
bersemangat dan ketagihan untuk melakukannya. Menuangkan isi hati hingga
menjadikannya sebuah profesi. Tak sekadar melakukan sebagai pelampiasan ambisi,
tapi juga sebagai pengobat luka hati.
Banyak yang
mengatakan bahwa menulis itu susah. Saya termasuk salah satu yang pernah
mengatakan itu. Bukan hanya saya, di luar sana, tak sedikit orang yang takut
bahkan gagap jika berhadapan dengan kewajiban menulis. Kegiatan menulis memang
tak banyak disukai orang. Sejauh ini, sebelum orang-orang mulai begitu gandrung
dengan menulis, aktivitas menulis kerap dianggap aktivitas yang membingungkan,
menjenuhkan, bahkan menakutkan.
Bagi penulis
pemula, beranggapan menulis itu susah. Mungkin juga disebabkan karena terlalu
terpaku kepada aturan-aturan dalam menulis. Banyak yang terjebak untuk harus
memenuhi semua kaidah-kaidah penulisan. Baik itu aturan ejaan, tanda bacanya,
atau aturan-aturan lain yang membuat bingung saat akan mulai membuat sebuah
tulisan. Di mana penulis pemula seperti saya, belum paham betul tentang
kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Akibatnya itu menjadi beban ketika
akan membuat suatu karya tulis. Apalagi ditambah harus memikirkan ide topik
tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, lalu menumbuhkan sebuah gagasan dan
menuangkannya ke dalam kalimat-kalimat yang harus terangkai padu menjadi satu
karya tulis.
Mudah-mudahan
susahnya menulis tidak akan menjadi halangan atau penghambat bagi kita yang
sedang belajar menulis. Tetapi justru semakin memacu kita untuk lebih
bersemangat melahirkan tulisan demi tulisan yang bermanfaat. Sesungguhnya yang
membuat semuanya mudah adalah adanya kemauan dan semangat untuk mengajari diri
dengan kegiatan menulis dan perasaan ingin berbagi. Selamat mencoba. (pitoatu27)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar