Penyampaian Materi Oleh Nara Sumber
Acara penutupan MPLS diawali dengan sesi senam bersama di halaman sekolah. Seluruh siswa dan guru-guru bergabung dalam senam dengan gerakan yang energik dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan semangat dan kebugaran siswa serta memperkuat rasa persatuan di antara mereka.
Selanjutnya, diadakan kegiatan "Dolo gampang Hala" bersama, di mana siswa baru dan siswa kelas delapan dan sembilan berinteraksi dalam suasana yang santai. Siswa kelas delapan dengan sembilan dengan antusias memandu siswa baru dalam menjelajahi lingkungan sekolah, memberikan mereka panduan dan informasi tentang berbagai aspek kehidupan di SMPN 2 Nubatukan.
Di samping itu pula Ibu I Gusti Ayu Susiantini, S.Pd., Gr dalam kesempatan memaparan materi yang berkaitan dengan budaya positip. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa dengan mengimplementasikan budaya positif di lingkungan pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan suasana belajar yang harmonis. Sekolah ini telah memperkenalkan berbagai kebijakan dan program baru yang mendorong sikap positif, kolaborasi, dan kemajuan siswa.
Salah satu inisiatif utama yang diadopsi oleh SMPN 2 Nubatukan adalah "Program Semangat Pagi." Setiap hari sebelum pelajaran dimulai, siswa dan staf guru berkumpul di aula sekolah untuk sesi semangat pagi. Sesi ini dimulai dengan kata-kata motivasi dari kepala sekolah atau guru terpilih, diikuti dengan kegiatan menyanyi bersama dan melakukan gerakan-gerakan energik. Tujuan dari Program Semangat Pagi ini adalah untuk menciptakan suasana yang positif dan memotivasi siswa sebelum memulai aktivitas belajar mereka.
Selain itu, SMPN 2 Nubatukan juga telah menerapkan "Proyek Toleransi dan Keanekaragaman." Melalui proyek ini, siswa diajak untuk mengenal dan menghargai perbedaan budaya, agama, dan latar belakang mereka sendiri serta teman-teman sekelasnya. Sekolah ini mengadakan kegiatan seperti presentasi budaya, kunjungan ke tempat ibadah, dan dialog antar budaya yang melibatkan siswa, guru, dan orangtua. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghormati keberagaman, serta mengajarkan kepada siswa tentang nilai-nilai persaudaraan dan saling menghargai.
Selain program-program tersebut, SMPN 2 Nubatukan juga memperkuat kerjasama antara siswa, guru, dan orangtua. Mereka mengadakan pertemuan rutin antara orangtua dan guru untuk mendiskusikan perkembangan akademik dan kepribadian siswa. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang konsisten dalam membangun kesadaran positif dan mencapai kemajuan yang lebih baik dalam pendidikan.
Kepala SMPN 2 Nubatukan, Ibu Elisabeth Ibu Aba, S. Ag, mengatakan, "Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan inklusif bagi siswa kami. Kami percaya bahwa melalui budaya positif, kita dapat mendorong pertumbuhan pribadi, meningkatkan motivasi belajar, dan menciptakan generasi yang lebih baik di masa depan."
Reaksi dari siswa, guru, dan orangtua terhadap implementasi Program Budaya Positif di SMPN 2 Nubatukan sangat positif. Siswa melaporkan bahwa mereka merasa lebih termotivasi dan senang datang ke sekolah setiap hari. Guru juga mengamati peningkatan kualitas hubungan antara siswa dan juga perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka. Orangtua merasa senang karena sekolah turut berperan aktif dalam pembentukan karakter anak-anak mereka.
Dengan implementasi budaya positif yang diterapkan di SMPN 2 Nubatukan, diharapkan sekolah ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya di wilayah ini dan mendorong pengembangan lingkungan belajar yang lebih baik di masa depan. Salah satu momen penting dalam acara penutupan MPLS adalah pencabutan atribut MPLS dan pengenaan atribut seragam sekolah sebagai tanda sah calon siswa baru diterima menjadi warga sekolah. Ini menandakan bahwa para siswa baru secara resmi menjadi bagian dari komunitas SMPN 2 Nubatukan. Para siswa mengenakan seragam sekolah dengan bangga, menggambarkan rasa identitas dan kebersamaan yang kuat.
Selanjutnya, dilakukan perkenalan para pendidik dan tenaga kependidikan kepada para siswa baru. Setiap guru dan staf diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri mereka, menyampaikan minat dan keahlian mereka, serta memberikan nasihat tentang pendidikan dan perkembangan pribadi.
Kepala Sekolah SMPN 2 Nubatukan, Ibu Elis mengungkapkan kegembiraannya atas kesuksesan acara kegiatan MPLS sampai dengan acara penutupan ini. Dalam kesempatan terakhirnya, ia mengharapkan bahwa melalui Budaya Positif yang diperkenalkan saat penutupan MPLS ini, siswa baru dapat merasa diterima, terinspirasi, dan termotivasi untuk meraih prestasi akademik dan non-akademik. Sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka (siswa) secara positif.
Dengan kegiatan-kegiatan MPLS yang dipenuhi dengan Budaya Positif ini, SMPN 2 Nubatukan menunjukkan komitmennya untuk menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan, inklusif, dan memperkuat nilai-nilai positif. Semoga dengan langkah ini, siswa baru dapat menemukan diri mereka merasa dihargai, termotivasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan di SMPN 2 Nubatukan.
Acara penutupan MPLS ini diakhiri dengan saling bersalaman sebagai wujud saling menghargai. Kegiatan ini langsung dipandu oleh Bapak Ambrosius Wolo, S.Pd., Gr. Hal ini menggarisbawahi pentingnya sikap saling menghargai dan menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan ramah.
Penulis: Ambros Adonth
Editor: Jack Purek

Keren pak...sukses selalu
BalasHapusTingkatkan terus imajinasimu dalam menulis di medsos seperti ini. Usahakan setiap ada kegiatan berkaitan dgn pendidikan itu diberitakan semisal pembagian buku laporan pendidikan, dll
BalasHapus